Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in
Showing posts with label EM4. Show all posts
Showing posts with label EM4. Show all posts

Pembuatan Bakteri (EM)

Friday, November 18, 2011

1. Bakteri dari sari buah-buahan

Bahan :

- Buah-buahan yang sudah masak sebanyak 1 Kg berbagai macam buah bisa digunakan sebagai bahan

- Tetes tebu / nira / legen /air gula 1 liter

Cara pembuatan :

Buah yang sudah tua dan masak diblender lalu disaring diambil airnya.Sari buah kemudian dicampur dengan tetes/legen/nira/air gula dengan perbandingan 1 : 1 .Simpan larutan atau bahan tersebut pada tempat terbuat dari gerabah di tempat sejuk.diamkan selama 15 hari atau dua minggu.Setelah 15 hari disimpan mempunyai khasiat yang sama dengan EM atau M-bio.Keuntungan lainnya adalah bebas dari kimia dan dapat digunakan sebagai pupuk cair dan juga mempercepat pengomposan jerami.

Pemakaian :

Untuk pupuk cair setiap 1 liter dicampur dengan 10 liter air. Gunakan untuk menyiram tanaman. Larutan tersebut sudah berfungsi sebagai pestisida alami dan pupuk cair bagi tanaman, bisa juga untuk mempercepat pembuatan kompos.

2. Bakteri dari Cucian Beras :

Bahan : 

- Air leri (air cucian beras) yang kental 1 liter

- Stater bakteri 10 sendok makan

- Alkohol kadar 40 % 10 sendok (bila tidak ada bisa diganti dengan air tape 30 sendok)

- Cuka 10 sendok makan

- Gula pasir 1 ons

Cara pembuatan :

Semua bahan dicampur jadi satu dalam tempat atau wadah tertutup selama 15 hari.Kocok setiap pagi dan sore.Setelah 15 hari larutan tersebut sudah dapat digunakan dan sudah menjadi EM-lestari 2

Kegunaan :

dapat digunakan sebagai pupuk cair dan mengendalikan hama dan penyakit tanaman

3. Pembuatan Inokulan Bakteri dari Rumen Ternak

Bahan :

· ½ Kg terasi

· 3 – 5 Kg Bekatul

· 1 Kg gula merah/gula pasir

· 1 lt rumen ternak

· 5 – 10 lt air

(Komposisi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani)

Cara pengembangbiakan :

· Terasi, bekatul, gula pasir/jawa dimasak sampai mendidih / matang

· Setelah mendidih turunkan dari api dan biarkan adoan sampai betul-betul dingin baru kemudian masukkan bakteri ke dalam adonan, aduk rata

· Tutup rapat selama 2 hari (48 jam) setelah itu dibuka dan diaduk hingga rata.Pengadukan diulang pada hari ke tiga dan ke empat larutan bakteri dapat diambil dengan atau tanpa disaring

- Sebut saja cairan ini sebagai inokulan Formula I (F I) atau bibit atau biang dan formula I dapat dikembangkan dengan sampai 3 kali(F 3)

Catatan : Jika bakteri akan disimpan dalam jangka waktu lama , adonan bekatul , gula, dan terasi disaring/diperas untuk diambil sarinya,setelah dingin masukkan bakteri, aduk hingga rata.

Jika tidak ada rumen untuk membuat FI , maka inokulan yang sudah menjadi F3 harus diaktifkan lagi menjadi F I

Pengaktifan Bakteri Rumen F3 menjadi formula I

Bakteri yang sudah mengalami beberapa kali pengembangan akan menjadi bakteri lemah,sehingga perlu diaktifkan lagi.

Bahan :

  • 5 buah Nanas muda
  • 5 liter sari buah
  • 2 liter susu murni (mentah)
  • 3 kg bekatul
  • 1 kg gula pasir
  • ½ kg terasi
  • 20 liter air
  • 1 liter bakteri rumen

Cara pembuatan :

  • Nanas muda dikupas dan diblender / diparut dan diperas untuk diambil airnya
  • Sari buah dapat diambilkan dari buah-buahan matang yang diblender/diparut untuk diambil airnya (sari buahnya)
  • Sari buah nanas muda dan sari buah lainnya direbus hingga matang,kemudian dinginkan
  • Bekatul,gula pasir,dan terasi dimasukkan dalam panci kemudian direbus sambil diaduk hingga matang kemudian dinginkan
  • Adonan no. 3 dan 4 dicampur , kemudian masukkan inokulan dan susu murni ke dalamnya,tutup rapat selama 2 hari.
  • Pada hari ke 3 buka tutupnya dan aduk hingga rata,inokulan siap digunakan.

Share/Save/Bookmarksumber : lestari mandiri

CARA MEMBUAT EM 4

Monday, November 14, 2011

Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.

Bakteri untuk fermentasi pupuk kompos sangat mudah kita buat, murah dan bakterinya pasti sudah akrab dengan tanah yang ada disekitar kita, karena ternak hidup dan makan dari tanaman-tanaman yang ada dilingkungan kita juga. Dengan proses yang mudah dan murah tersebut kita tidak lagi perlu untuk membeli bakteri fermentasi (EM 4) yang harganya mencapai Rp. 22.000,- per liternya. Padahal dengan membuat sendiri dari sebuah becek wedus (isi usus kambing) bisa kita dapatkan bibit bakteri antara 7 sampai 10 liter.

Berikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :

Pembuatan bakteri penghancur (EM).

Bahan-bahan : Susu sapi atau susu kambing murni.Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.

Alat-alat yang diperlukan : Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.

Cara pembuatan : Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.

Membuat EM4 dengan bahan tumbuhan

Mungkin sdh ada yg tahu bhwa membuat EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan bau busuk yg kurang sedap, oleh karena itu, saya tuliskan cara membuat mikroba komposter EM4 dengan bahan2 tumbuhan yang tdk terlalu berbau busuk.
Bahan-bahan

  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya
Cara membuat:
  1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
  2. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
  3. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
  4. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

Sebelumnya: Membuat Pupuk Hijau

Pembuatan EM4

Cara bikin Effective Micro-organisms 4 (EM-4)

Sediakan ember yang mempunyai tutup. Campurkan 5 liter air pencuci beras + 5 liter air kelapa ( cari di tukang jual kelapa di pasar )= cincangan sayur, klu bisa  dtambah kulit jeruk + 1 butur ragi + 1 kg gula jawa yang sudah dicairkan. Aduh jadi satu dalam ember, tutup dan buka serta kacau . Perlakuan buka, aduk dan tutup kembali ini dilakukan 4 x selang waktu 4 haru=i, pas di hari ke 17 em-4 dah jadi. Sayuran bisa jadi kompos. Ok

Dengan cara memperbanyak dari benih bakteri yang ada:

Cara Pembiakan Bakteri
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:

Bahan dan Komposisi:

  1. 1 liter bakteri
  2. 3 kg bekatul (minimal)
  3. ¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
  4. ¼ kg terasi
  5. 5 liter air

Alat dan Sarana:

  1. Ember
  2. Pengaduk
  3. Panci pemasak air
  4. Botol penyimpan
  5. Saringan (dari kain atau kawat kasa)

Cara Pembiakan:
Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang
lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend dari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN

Tanaman

Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.

Dosis dan Perlakuan

Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN

Manfaat :

  1. Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
  2. Mengurangi stres pada ternak
  3. Menyehatkan ternak
  4. Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
  5. Meningkatkan nafsu makan ternak
  6. Menekan penyakit pada ternak
  7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak

Cara Pemakaian :

  • Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.
  • Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.

Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERIKANAN

Manfaat :

  1. Memperbaiki mutu air tambak.
  2. Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
  3. Menekan serangan mikroorganisme patogen.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
  5. Menekan hama dan penyakit

Cara Pemakaian :

  • Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu.
  • Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.

Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak

membuat EM4 Untuk Perikanan dan Pertanian

Produk EM-4 Perikanan dan Tambak merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan yang menguntungkan, berberguna untuk meningkatkan bakteri pengurai bahan organic, menekan pertumbuhan bakteri pathogen, menstimulasi enzim pencernaan dan meningkatkan kualitas air pada tambak.

Manfaat EM-4 Perikanan dan Tambak

  1. Meningkatkan pertahanan tubuh ikan/udang SR
  2. Meningkatkan pertumbuhan dan size ikan/udang GR
  3. Meningkatkan imunostimulan / daya tahan ikan/udang
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh ikan/udang sehingga mengurangi pengunaan Antibiotik.
  5. Efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air
  6. Memfermentasi sisa pakan, kotoran, cangkang udang di dasar tambak
  7. Meningkatkan oksigen terlarut (DO) dan air menjadi bersih sehingga tidak diperlukan penggantian air berulang-ulang.
  8. Menguraikan gas-gas amoniak, metan dan hydrogen sulfide.
  9. Mempertahankan kualitas linkungan
  10. Aman dan Ramah lingkungan.

Cara Membuat EM4 Sendiri

Berikut ini cara pembuatan EM yang sudah banyak dilakukan masyarakat, dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah di dapat.

1. Bahan dan alat

  • Susu sapi murni dua liter
  • Isi perut (lambung) kambing atau sapi secukupnya.
  • Gula pasir 1 kg
  • Bekatul 1 kg
  • Nanas 1 buah
  • Terasi ½ kg
  • Air bersih 10 liter

2. Cara Membuat

  • Haluskan buah nanas dengan mengunakan blender/parutan. Campurkan dengan gula pasir, bekatul, terasi dan air bersih di dalam panci. Masak sampai mendidih, lalu dinginkan.
  • Tambahkan susu sapi murni dan isi lambung kambing atau sapi, aduk hingga tercampur rata.
  • Tutup panci rapat-rapat hingga 12 jam atau satu hari.

Membuat EM4 dengan bahan Tumbuhan

Mungkin sdh ada yg tahu bhwa membuat EM4 dengan bahan usus hewan menimbulkan bau busuk yg kurang sedap, oleh karena itu, saya tuliskan cara membuat mikroba komposter EM4 dengan bahan2 tumbuhan yang tdk terlalu berbau busuk.

Bahan-bahan

  • Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
  • Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
  • Bekatul, secukupnya
  • Gula merah, sedikit saja
  • Air beras, secukupnya

Cara membuat:

  1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
  2. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
  3. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
  4. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.

Membuat EM4 dengan Mudah

Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:

BAHAN:

  • Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Kacang panjang segar 0,25 kg
  • Kangkung air segar 0,25 kg
  • Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  • Gula pasir 1 kg
  • Air tuak dari nira 0,5 liter

CARA PEMBUATAN:

  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
  3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
  4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
  6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
  7. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

Sumber : Lam Comunity

Mengembang Biakkan EM4

Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:
1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air

Alat dan Sarana:

Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)


Cara Pembiakan:
Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

Membuat bakteri pemroses pupuk

Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM

Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah.
Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM :
Pembuatan bakteri penghancur (EM).
Bahan-bahan :

Susu sapi atau susu kambing murni.
Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih.
Alat-alat yang diperlukan :
Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas.
Cara pembuatan :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati.
Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.
Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.
Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.
Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket.
Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.

Sumber : Lestari Mandiri

Resep Tradisional Efektif Micro organisme (EM) dan Pestisida

1. EM lestari Bahan :

1. Nasi busuk (nasi yang sudah dibusukkan selama 3 hari) 0,5 kg
2. Laos 0,5 kg
3. Daun serai 0,5 kg
4. Daun sawi hijau 0,5 kg
5. Gula merah 0,5 kg
6. Air 10 liter

Cara pembuatan :

1. Laos, daun serai dan daun sawi hijau dirajang dengan ukuran 3 – 5 cm. Kemudian tumbuk hingga hancur. Bahan dicampur (diaduk, diuleni) hingga rata.
2. Masukkan nasi busuk dan gula merah yang telah dihancurkan. Semua bahan diaduk (diuleni) sampai rata.
3. Siapkan ember (tempat lain) yang bisa ditutup rapat. Masukkan semua bahan dan tambahkan 10 liter air dan lakukan pengadukan ulang hingga merata.
4. Tutup ember tersebut (pastikan ember tertutup rapat). Simpan ditempat yang teduh selama 10 hari.
5. Setelah 10 hari bukalah tutup ember dan lakukan penyaringan. Bahan tersebut sudah untuk digunakan dan sudah menjadi EM lestari.

Penggunaan dan manfaat :

1. Sebagai bahan mempercepat pembuatan kompos
2. Sebagai pupuk cair
3. Sebagai pupuk daun
4. Sebagai pestisida alami

Cara penggunaan :

Sebelum digunakan perlu diencerkan dengan air murni. Untuk setiap 1 liter EM lestari dicampur dengan 200 liter air murni.

2. EM-Lestari I

Bahan :
1. Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg
2. Tetes tebu, atau gula pasir atau gula merah ¼ kg

Cara membuat :
1 Bahan ditumbuk atau diparut
2 Ambil sari buahnya dengan cara diparut atau diperas
3 Larutkan tetes tebu atau gula pasir atau gula merah
4 Campurkan air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula
5 Disimpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari selama 2 minggu.
6 Bahan siap digunakan untuk membuat kompos

3. EM-Lestari 2

Bahan :
1 Air cucian beras 1 liter
2 EM-lestari 1 sebanyak 10 sendok makan
3 Alkohol 40 % atau air tape sebanyak 10 sendok makan
4 Cuka 10 sendok makan
5 Gula pasir 1 ons

Cara membuat :
1 Semua bahan dicampur menjadi satu.
2 Disimpan di dalam botol yang tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.
3 Bahan siap digunakan.

Kegunaan :
1 Sebagai pupuk cair dan sekaligus mengendalikan hama tanaman.
2 Bahan pembuat kompos

4. Pembuatan EM (Efektif Mikroorganisme)

1. E M dari nasi bahan :

  • . Nasi/ketela pohon 1 kg
  • . Gula pasir 1 kg

Cara membuat :

  • . 1 kg nasi dimasukkan ke dalam bumbung (bambu dipotong diantara dua rasnya kemudian dibelah menjadi dua). Bumbung kemudian ditutup dengan kertas yang bersih lalu diikat. Tutup dengan plastik agar tidak dimakan rayap. Masukkan dalam lubang di daerah yang masih alami. Bisa di bawah pohon bambu.
  • . Tutup kembali dengan daun-daunan. Biarkan selama 3 sampai 4 hari. Ambil dan bukalah tutup kertasnya. Akan terlihat ada warna kehijauan. Tambahkan 1 kg gula dan kemudian aduklah. Maukkan adonan tersebut ke dalam botol yang bersih dan tutup. Simpan selama 21 hari. Bila bahan sudah jadi bisa digunakan.

Kegunaan :

  • . Membantu proses peruraian sisa pertanian sehingga bisa diserap oleh tanaman bila disemprotkan sesudah panen. Setiap 200 cc EM dicampur 100 liter air
  • . Mempercepat pengomposan. Cara menggunakan adalah dengan mencampurkan 1 liter EM dengan 100 liter air dan dipercikkan pada saat pembuatan kompos.
  • . Mempercepat peruraian dan penyerapan nutrisi makanan. Dimunumkan pada hewan. Setiap 2 sendok dicampurkan dengan 100 liter air.

2. E M Batang Pisang Bahan :

  • . Batang pisang ½ kg
  • . Gula pasir 100 gram
  • . Air kelapa 2 liter
  • . Air tawar 3 liter

Cara membuat :

  • ½ kg batang pisang dicacah. Tambahkan 100 gram gula pasir. Campur kedua bahan hingga merata. Masukkan adonan tersebut dalam kantong plastik. Tutup dengan daun pisang dan kemudian ikatlah kantong plastik. Diamkan selama 7 hari.
  • Buka kantong plastik setelah 7 hari dan tambahkan air kelapa sebanyak 2 liter dan air 3 liter. Aduk hingga merata dan diamkan selama 1 jam. Setelah 1 jam aduk kembali. Jika adonan berbuih, pertanda bahan sudah jadi. Diatas adonan terlihat garis-garis putih dan itu menandakan adanya mikrooorganisme. Bahan dapat disimpan selama 2 bulan.

Kegunaan :
Untuk memperbanyak mikroorganisme di lahan pertanian sehingga mempercepat proses peruraian bahan organik. Gunakan dengan mencampur bahan tersebut dengan air dengan perbandingan 1 : 1

3. E M dari kotoran hewan Bahan :

  • Kotoran hewan memamah biak 5 kg
  • Urine hewab 3 liter
  • Susu sapi 2 liter
  • Bungkil kelapa 1 kg

Cara membuat :
Semua bahan dicampur jadi satu dan aduk hingga merata. Tutup dan diamkan selama 10 hari.
Kegunaan :
Mempercepat pembuatan kompos. Caranya 1 liter bahan dicampur dengan 20 liter air.

4. E M dari pisang Bahan :

  • 1 kg pisang matang
  • 1 kg pepaya matang
  • 1 kg nanas matang
  • Air 10 liter
  • 2 butir telur

Cara membuat :

  • Pisang, pepaya dan nanas dicacah hingga hacur.
  • Tambahkan 10 liter air dan 2 butir telur. Aduk hingga merata. Masukkan dalam wadah.
  • Taruh pada tempat yang bersih dan tutup. Diamkan selama 45 hari.

Kegunaan :
Mempercepat pembuatan kompos. Caranya setiap 2 liter bahan tersebut dicampur dengan 20 liter air dan digunakan untuk memerciki bahan kompos.

5. E M dari laos Bahan :

  • Laos ½ kg
  • Nasi basi ½ kg
  • Serei ½ kg
  • Sawi ½ kg
  • Gula jawa ½ kg
  • Air 10 liter

Cara membuat :
. Laos, serei, sawi dirajang hingga halus dan ditumbuk hingga halus. Masukkan dalam wadah
. Tambahkan gula jawa dan remaslah hingga halus dan tercampur rata.
. Masukkan nasi basi dan campurlah hingga merata. Tambahkan 10 liter air.
. Tutuplah wadah. Diamkan selama 1 minggu.

Kegunaan :
Menghancurkan sisa hasil pertanian. Caranya setiap 1 liter bahan dicampur dengan 200 liter air dan disemprotkan dilahan. Minumkan hewan dengan dosis setiap 1 cc bahan dicampur dengan 1 liter air.

6. Pemacu kompos dari batang pisang klutuk Bahan :

1 Gula tebu/tetes tebu 1 kg
2 Batang pisang klutuk segar dengan daunnya 1 kg
3 Batang kangkung 1 kg

Cara membuat :
1 Irislah batang pisang dan kangkung hingga lembut secara hati-hati agar tidak rusak dan banyak air yang keluar.
2 Tambahkan ½ kg tetes tebu/gula. Masukkan dalam wadah yang ukan terbuat dari alumunium (sebaiknya terbuat dari tanah liat) dan aturlah hingga padat.
3 Masukkan sisa tetes tebu atau gula. Tutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk, jauh dari sinar matahari selama 2 minggu.

Kegunaan:
1 Sebagai pupuk daun. Cara penggunaan: encerkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 1000 (1 sendok makan dengan 10 liter). Semprotkan pada daun di pagi hari.
2. Sebagi pemacu kompos
. Nasi dimasukkan dalam wadah bukan logam.
. Biarkan hingga muncul jamur berwarna kuning.
. Ambillah nasi yang sudah berjamur tadi dan tambahkan air hingga nasi menjadi berair.
. Taruhlah nasi yang sudah diberi air di atas bahan kompos. Tutuplah dengan tanah dan biarkan hingga menjadi kompos.
. Kompos dari daun yang difermentasi dengan sistem ini mempunyai nilai nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan kompos yang dibuat secara kompensional

7. Bio Mikro Lestari Mengandung bakteri fermentasi untuk meningkatkan bahan organik tanah, meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara makro dan mikro serta membantu peningkatan proses asimilasi dan fotosintesis tanaman.

Bahan :
1 Em lestari 10 ml
2 Gula merah 1 kg
3 Terasi 5 butir
4 Telur 5 butir
5 Air sumur 10 liter
6 Ekstrak beras/kedelai 10 liter

Cara membuat :
1 Cairkan gula merah dengan air hangat, setelah gula mencai tunggu cairan dingin lalu masukkan EM lestari tunggu kira-kira 30 menit
2 Masukkan semua bahan menjadi satu, masukkan dalam wadah plastik tertutup beri lubang sebesar jarum. Hindari sinar matahari secara langsung selama proses fermentasi. Setelah 1 x 24 jam cairan dapat langsung digunakan.

Cara penggunaan :
1 Dosis 5 cc ditambah dengan air 1 liter untuk disemprotkan pada tanaman
2 Dosis 10 cc ditambah dengan air 1 liter untuk disiramkan ke lahan pertanian.

8. Bio Insektisida Insektisida alami yang menggandung bakteri menguntungkan bagi tanaman dan mengurangi kekebalan/resistensi organisme pengganggu tanaman terhadap insektisida.

Bahan :

1 Bio mikro lestari 10 ml

2 Gula merah 1 kg

3 Terasi 1 ons

4 Telur 5 butir

5 Ekstrak daun/tanaman paitan (gadung, jenu, nimba, mindi, sirsak)

Cara membuat :

1 Buatlah ekstrak tumbuhan dengan cara menumbuk semua bahan lalu diperas airnya sampai cukup

2 Masukkan semua bahan jadi satu dalam wadah tertutup, beri lubang sebesar jarum. Hindarkan dari sinar matahri secara langsung selama proses fermentasi

3 Setelah proses fermentasi selama kira-kira 30 hari (1 bulan) bahan dapat digunakan.

Cara penggunaan :

1 Dosis penggunaan 5 cc ditambahkan air 1 liter kemudian disemprotkan pada tanaman.

2 Pada gejala serangan hama meningkatkan, gunakan beberapa kali

3 Jangan dicampur pestisida kimia.

9. Bio tonik lestari Tonik dan pupuk daun yang mengandung mikroorganisme menguntungkan bagi tanaman karena dapat meningkatkan proses fotosintesis tanaman. Bahan :

1 Bio mikro lestari 10 ml
2 Gula merah 1 kg
3 Terasi 1 ons
4 Ekstrak tumbuhan daun (turi, gamal, lamtoro, orok-orok/crotalaria)

Cara membuat :
1 Buatlah ekstrak tumbuhan dengan cara menumbuk semua bahan lalu diperas airnya sampai cukup
2 Masukkan semua bahan jadi satu dalam wadah tertutup, beri lubang sebesar jarum. Hindarkan sinar matahari langsung selama proses fermentasi
3 Setelah proses fermentasi selama kira-kira 14 hari bahan dapat digunakan.

Cara penggunaan :
1 Dosis 3 cc dicampur 1 liter air kemudian disemprotkan pada tanaman setiap 2 minggu sekali.
2 Jangan dicampur pestisida kimia

Note : Dikutip dari Buletin Tani dan Nelayan (SPTN-HPS Yogyakarta)

Membuat Sendiri EM4

Saturday, November 12, 2011


Sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer EM4 menjadi begitu penting dalam dunia pertanian organik. Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:
BAHAN:

  1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  4. Kacang panjang segar 0,25 kg
  5. Kangkung air segar 0,25 kg
  6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  7. Gula pasir 1 kg
  8. Air tuak dari nira 0,5 liter
CARA PEMBUATAN:
  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
  3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
  4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
  6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
  7. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

sumber : Gerbang Pertanian

Pembuatan Kompos dengan EM4

APA YANG DIMAKSUD DENGAN EFFECTIVE MICROORGANISME (EM 4)

Em 4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam(segar) yang di dalmnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerapan/persediaan unsur hra dalam tanah.

Mikroorganisme atau kuman yang berwatak “baik “itu terdiri dari bakteri fotosintetik,bakteri asam laktat,ragi,aktinomydetes,dan jamur peragian.

Miroorganisme menguntungkan tersebut(EM 4) telah lam ditemukan,diteliti dan diseleksi terus menerus oleh seorang ahli pertanian bernama Profesor Teruo Higa dari universitas Ryukyu Jepang.Dengan demikian EM4 bukan merupakan bahan kimia yang berbahaya seperti pestisida,obat serangga atau pupuk kimia lainnya.

Manfaat EM4

Apabila mikroorganisme EM4 berada dalam tanah,maka mikroorganisme menguntungkan sejenis yang sudah ada di dalam tanah berkembang dengan baik.sedangkan mikroorganisme yang merugikan yang dapat menimbulkan penyakit dapat ditekan.

EM4 mampu mengolah atau menguraikan bahan-bahan organik dengan cepat secara fermentasi menjadi kompos sehingga tidak menimbulkan bau bususk melainkan menimbulkan aroma yang segar.

Bahan Organik Tambahan

Adapun bahan tambahan dalam pembuatan kompos dengan teknologi EM4 adalah sebagai berikut:

  • Ddak:Berfungsi untuk sumber makanan yang bergizi(vitamin)untuk “membangunkan”EM4 dalam keadaan “tidur” non aktif di cairan biasa
  • Gula Pasir<gula merah atau tetes tebu:berfungsi untuk memeperoleh energi bagi perkembangbiakan jumlah EM yang diaktifkan selama proses pembuatan kompos(proses fermentasi 3-4 hari)
  • Sekam/Arang sekam?serbuk geregaji(bila ada) sangat baik untuk meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan dari segi teksturnya

Jumlah bahan dan cara pembuatan kompos

bahan-bahan yang dibutuhkan:

  1. Limbah organik/sampah dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm sebanyak 100 kg
  2. Dedak sebanyak 5 kg
  3. Sekam/Arang sekam/serbuk gergaji(kalau ada)sebanyak 10-20 kg
  4. Gula pasir(� 200 gram dilarutkan dalam 1 liter air) atau (gula merah � 25- gram dilarutkan dalam 1 liter air)atau (cairan molase �400 ml dilarutkan dalam 1 liter air(40%) sebanyak 5 sendok makan)
  5. Cairan EM4(biang),diambil sebanyak 5 sendok makan
  6. Air bersih secukupnya (kurang lebih 3 ember)

Cara pembuatan

  • Campurkan dan aduk secara merata bahan-bahan sampah/limbah,dedak dan arang sekam
  • Larutkan EM 4 dan gula atau tetes tebu ke dalam ember yang telah disediakan dan aduk secara merata
  • Siramkan larutan EM 4 sambil diaduk=-aduk hingga campuran bahan organik basah secara merata(bila adonan dikepal dengan tangan,air tidak menetes dan bila kepalan dilepas adonan akan mekar/kadar air � 30%)

Adonan tadi kita gundukan di atas lantai(kering)kemudian tutup dengan karung goni atau karung beras selama 3-5 hari

  • Pada hari kedua dan ketiga kompos biasanya mengeluarkan panas yang cukup tinggi lagi,sehingga setiap harinya harus dibolak balik dan.dibiarkan sampai 10 menit samapai panasnya berkurang,kemudian gundukan ditutup kembali sperti semula
  • PAda hari ke-4 kompos telah matang,(fermentasi),sehingga panas tidak tinggi lagi.Pabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat.Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku.Untuk menjadikan kompos halus harus menunngu selama 21 hari.Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
  • Bila kompos yang sudah jadi akan kit simpan atatu dikemas,sebelum dimasukan ke dalam kantung pelastik/karung,kompos tadi dikeringkan dulu atau dikeringkan terlebih dahulu(bukan di jemur)

Bakteri Pemacu Pertumbuhan PGPR

bakteri

bakteri

Bakteri Pemacu Pertumbuhan tanaman adalah bakteri yang terdapat dalam PGPR. lalu apakah yang dimaksud PGPR itu ?. PGPR (Plant growth-promoting rhizobacteria) adalah bakteri pemacu pertumbuhan tanaman.

Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanaman.

Setelah membaca wikipedia, PGPR ini pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Schroth tahun 1978. Mereka menemukan bahwa keberadaan bakteri yang hidup di sekitar akar ini mampu memacu pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan pada bibit/benih. Tidak hanya itu, tanaman nantinya akan beradaptasi terhadap hama dan penyakit.

Bagaimana bakteri PGPR dapt memacu pertumbuhan?
Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Cara Membuat PGPR
Biang PGPR
Biang PGPR dibuat dari akar bambu sekira 250 gram yang direndam dalam air selama tiga tiga malam.

Bahan:
20 liter air
1/2 kg dedak/bekatul
Terasi
1 sdm air kapur sirih

Cara membuat:
Campur semua bahan, kemudian didihkan.
Setelah dingin, campurkan 1 liter “biang PGPR”. Tutup rapat. Diamkan satu hingga dua mingggu.

PGPR kelapa
Selain cara di atas, biang PGPR juga dapat dikembangkan menggunakan air kelapa segar ditambah gula merah (tetes tebu lebih baik) dan kemudian difermentasi selama seminggu.

Aplikasi PGPR
PGPR dan PGPR kelapa yang telah jadi dapat diaplikasikan ke tanah sekitar tanaman dengan perbandingan; 200 cc PGPR untuk 14 Liter air.
Benih yang direndam PGPR dapat merangsang pertumbuhan akar.

Catatan:
Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang. Karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih.

sumber : CaraBudidaya

Pengaruh Dosis EM-4 (Effective Microorganisms-4) Dalam Air Minum Terhadap Berat Badan Ayam Buras

Salah satu kendala utama dalam pe-ternakan ayam buras adalah tingginya biaya ransum. Biaya ransum dapat men-capai 70% dari total biaya produksi, selain itu, harga ransum di indonesia termasuk mahal karena sebagian besar bahan masih inpor. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan terobosan-terobosan dalam bidang teknologi peternakan utamanya teknologi yang berkaitan dengan persoalan ransum. Diharapkan dengan teknologi tersebut mendapat suatu metode baru dalam hal penyediaan ransum yang lebih simpel, efektif dan efisien, sehingga peternak dapat terus menjalankan usaha dengan tingkat keuntungan yang lebih baik karena ternak dapat tumbuh dengan baik dengan penggunaan ransum.
Teknologi probiotik adalah salah satu temuan dalam bidang ilmu bioteknologi yaitu suatu produk yang mengandung mikroorganisme hidup dan nonpatogen yang diberikan kepada hewan untuk mem-perbaiki laju pertumbuhan, efisiensi kon-versi ransum dan kesehatan hewan. Karena dengan penerapan teknologi pro-biotik dapat meningkatkan kemampuan daya cerna organ pencernaan ternak sehingga pengaruh positif terhadap efisiensi penggunaan ransum, dengan demikian terjadi penghematan modal dan dapat mengoptimalkan pendapatan.
Perkembangan probiotik di Indonesia belum pesat, namun sudah mulai dikem-bangkan dan salah satu probiotik yang telah mampu diproduksi dalam negeri berupa media kultur berbentuk cairan yang dapat disimpan lama adalah EM-4 (Effective Microorganisms–4). EM-4 me-ngandung 90% bakteri Lactobacillus sp (bakteri penghasil asam laktat) pelarut fosfat, bakteri fotosintetik, Streptomyces sp, jamur pengurai selulosa dan ragi. EM-4 merupakan suatu tambahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan zat-zat ma-kanan karena bakteri yang terdapat dalam EM-4 dapat mencerna selulose, pati, gula, protein, lemak.
Di bidang peternakan EM-4 dapat di-gunakan sebagai campuran jamu untuk ternak. Jamu untuk ternak tersebut difer-mentasi dengan menggunakan EM-4. Dari hasil tersebut telah terbukti bahwa ayam atau bebek yang mengkonsumsi jamu yang difermentasi dengan EM-4 mem-punyai kuning telur yang lebih tebal dan bau amis yang berkurang (Anonim, 2007).
Zainuddin (2006) telah mendapatkan bahwa ramuan obat (jamu) untuk ternak yang dicampur dengan EM-4 telah terbukti meningkatkan daya tahan tubuh ternak unggas, produktivitas, efisiensi pakan, kualitas karkas daging, aroma daging, dan kaulitas telur. Hal yang sama juga diperoleh Agustina (2006) bahwa ramuan herbal yang dicampur EM-4 cenderung memperbaiki konsumsi pakan, konversi pakan maupun rasio efisiensi protein. Haruna dan Sumang (2008) juga mendapatkan bahwa jamu yang dicampur dengan M-Bio/EM-4 akan meningkatkan efisiensi pakan dan air minum.
Berdasarkan uraian tersebut maka pene-litian pengaruh dosis EM-4 dalam air minum terhadap pertambahan berat badan ayam buras menjadi menarik untuk di-teliti. Penelitian bertujuan untuk menge-tahui pengaruh dosis EM-4 dalam air minum terhadap pertambahan berat badan ayam buras.

sumber : Usaha Mandiri

Cara Memperbanyak EM-4

Saturday, September 17, 2011

Cara bikin Effective Micro-organisms 4 (EM-4). Sediakan ember yang mempunyai tutup. Campurkan 5 liter air pencuci beras + 5 liter air kelapa ( cari di tukang jual kelapa di pasar )= cincangan sayur, klu bisa  dtambah kulit jeruk + 1 butur ragi + 1 kg gula jawa yang sudah dicairkan. Aduh jadi satu dalam ember, tutup dan buka serta kacau . Perlakuan buka, aduk dan tutup kembali ini dilakukan 4 x selang waktu 4 haru=i, pas di hari ke 17 em-4 dah jadi. Sayuran bisa jadi kompos.

Dengan cara memperbanyak dari benih bakteri yang ada:Cara Pembiakan BakteriUntuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:Bahan dan Komposisi:1 liter bakteri3 kg bekatul (minimal)¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)¼ kg terasi5 liter airAlat dan Sarana:EmberPengadukPanci pemasak airBotol penyimpanSaringan (dari kain atau kawat kasa)

Cara Pembiakan:Panaskan 5 liter air sampai mendidih.Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend dari udara).Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN

TanamanPadi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.Dosis dan PerlakuanSebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN

Manfaat :Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.Mengurangi stres pada ternakMenyehatkan ternakMenyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternakMeningkatkan nafsu makan ternakMenekan penyakit pada ternakMeningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternakCara Pemakaian :Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERIKANAN

Manfaat :Memperbaiki mutu air tambak.Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.Menekan serangan mikroorganisme patogen.Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.Menekan hama dan penyakitCara Pemakaian :Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu.Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak

Pembuatan EM4 atau Bakteri pengurai

Wednesday, August 10, 2011

Bahan :

1. Gula 1 kg

2. Terasi ¼ kg

3. Dadak 1 ½ kg

4. Ragi tape 15 butir

5. Air 5 liter

Alat :

1. Ember

2. Pengaduk

3. Kompor

4. Panci

Cara membuat:

1. Air dimasak sampai mendidih kemudian dituangkan kedalam ember

2. Terasi, gula, dedak, dimasukkan kedalam ember satu persatu diaduk sampai rata.

3. Tunggu sampai dingin 3-4 jam kemudian dimasukkan ragi yang sudah ditumbuk halus kedalam ember dan diaduk.

4. Ember ditutup rapat dan diikat dengan tali dan disimpan ditempat yang lembab

Cara menggunakan:

Bakteri pengurai / EM4 dicampur 1 liter kedalam 200 liter air, kemudian dsiram ketanah.

Kegunaan :

  1. untuk mempercepat proses pembuatan pupuk kompos maupun pupuk cair ( pupuk organik)
  2. untuk mempercepat proses pengurai sisa tanaman, pada tanah.
  3. menggeburkan tanah.

Cara Pembuatan EM4

Monday, August 8, 2011

Banyak cara untuk membuat Effective Microorganism atau "mikroba efektif" untuk mempercepat proses pembuatan kompos. Pengalaman terdahulu membuat EM4 dengan isi usus binatang telah menimbulkan bau yang kurang sedap sehingga dengan kita memilih jalan pembuatan yang sifatnya vegetarian, dari bahan-bahan tanaman yang mudah dan cepat busuk tentu bau yang di hasilkan tidak semenyengat seperti pada usus binatang.
Adapun cara pembuatan pupuk organik EM4 ini sebagai berikut:
 Bahan-bahan :
1. Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
2. Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
3. Bekatul, secukupnya
4. Gula merah, sedikit saja
5. Air beras, secukupnya
 Cara membuat:
1. Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain.
2. Tutup! Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1. EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan. Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
3. Cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu. Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
4. Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
5. Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.
Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organic basah atau bahan organic yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi,selada, kulit jeruk, pisang, durian, kol). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organic (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Sebelum membuat pupuk cair EM organic yang berbahan baku sampah organic, perlu dibuatkan dahulu pembuatan molase dan pembiakan bakteri EM.
1. Pembuatan Molase
Molase, yaitu: sari tetes tebu (biang gula). Atau pembuatan Molase bisa juga dengan melarutkan gula merah/putih ke dalam air bersih (tanpa kaporit) dengan perbandingan 1:1.
2. Pembiakan Bakteri EM
Cairan bakteri EM dapat dikembangbiakkan sendiri dengan cara:
Bahan:
• Cairan EM ………………………….. 1 liter
• Bekatul ……………………………… 3 kg
• Molase (dalam keadaan cai)...………. ¼ liter
• Terasi ……………………………….. ¼ kg
• Air Bersih (tanpa kaporit/tawas) ……. 5 liter
Peralatan:
• Ember
• Pengaduk kayu
• Panci pemasak air
• Saringan (kain/kawat kasa)
• Botol
Cara pembuatan:
1) Panaskan 5 lt air air sampai mendidih
2) Masukkan bekatul, molase dan terasi, aduk hingga rata
3) Dinginkan adonan tsb hingga suhu kamar
4) Setelah dingin masukkan cairan EM, aduk hingga rata.
5) Tutup rapat selama 2 hari, jangan dibuka-buka.
6) Pada hari ke-3 dan selanjutnya, penutup jangan terlalu rapat, Aduk-aduk setia harinya selama ± 10 menit
7) Setelah 1 minggu, bakteri sudah dapat diambil dan disaring, masukkan ke dalam botol
8) Simpan botol di ruang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Cairan EM siap digunakan untuk membuat pupuk organik
9) Agar bakteri mendapat kebutuhan oksigen, tutup botol jangan terlalu rapat atau biarkan terbuka.
3. Pembuatan Pupuk EM Organik
Prose pembuatan pupuk cair organic berlangsung secara anaerob atau secara fermentasi tanpa bantuan sinar matahari.
Bahan:
• Sampah organic basah, Rajang dan padatkan ……… ½ karung uk.25 kg
• Larutan media:
1. Cairan molase ……………………………………… 500 ml
2. Air bekas cucian beras (cucian pertama ……………. 1 liter
3. Air kelapa yang sudah tua ………………………….. 1 liter
4. Air bersih …………………………………………… 7 liter
Peralatan:
• Ember tertutup uk. 20 lt
• Karung serat sintetis
• Tali
Cara pembuatan:
1) Masukkan sampah organic ke dalam karung dan tekan sampai padat, lalu ikat.
2) Masukkan larutan media ke dalam ember. Masukkan karung (1) ke dalam ember hingga terendam seluruhnya.
3) Berikan beban diatas karung tersebut agar tidak mengapung. Tutup rapat hingga udara tidak dapat masuk.
4) Simpan selama 7-10 hari di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
5) Setelah proses fermentasi selesai, angkat karung (1) dan pisahkan dari larutan media. Pupul cair organic sudah dapat digunakan:
• Untuk pemupukkan daun dengan penyemprotan 100:1 (500 ml air : 5 ml pupuk cair organic).
• Untuk pemupukkan akar dengan menyiramnya 500:1 (5 lt air : 10 ml pupuk cair organic).
Untuk mengurangi bau khas pupuk cair organic yang menyengat pupuk EM dapat di campur dengan persan air jeruk citrun atau daun pandan.

Tips gratis membuat EM4

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman Email dari sahabat yang berisi tentang cara lain membuat EM4 atau effective microorganism, yaitu kumpulan mikroorganisme positif yang berperan dalam membantu proses dekomposisi bahan organik maupun meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menambah daya tahan tanaman terhadap penyakit.  Cara ini saya rasa bisa menjadi alternatif lain dalam  MEMBUAT EM4. Cara yang lain sudah pernah saya tulis, silakan dilihat DISINI.
Memang, jika menggunakan cara yang pernah saya tulis dahulu, menurut petani kelompok kami, baunya cukup menyengat (karena menggunakan rumen sapi?).  Sedangkan menurut cara dibawah ini, mungkin tidak menimbulkan bau yang kurang sedap karena menggunakan bahan-bahan nabati.  Baiklah, caranya akan saya kutip semuanya untuk anda, semoga bermanfaat.
Bahan-bahan :
- Sampah sayur, terutama kacang-kacangan
- Kulit buah-buahan (papaya, pisang, rambutan, mangga, dsb.)
- Bekatul, secukupnya
- Gula merah, sedikit saja
- Air beras, secukupnya
Cara membuat:
Sampah sayur, kulit buah-buahan dan bekatul dicampurkan. Tempatkan misalnya di dalam sebuah ember atau penampung yang lain. Tutup. Sambil kadang-kadang diaduk, biarkan selama satu minggu sampai membusuk sehingga menjadi EM1.
EM singkatan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik "ganas" yang akan mempercepat proses pengomposan.
Ditengarai dengan angka 1 karena inilah cairan mikroorganisme yang terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama satu minggu.
Langkah berikutnya cairan EM1 dicampur dengan sampah sayur dan kulit buah-buahan. Kemudian didiamkan lagi selama satu minggu.
Cairan baru yang terbentuk disebut dengan EM2.
Cairan EM2 dicampurkan dengan bekatul, gula merah dan air beras. Dan didiamkan lagi selama satu minggu sehingga menjadi EM3.
Diamkan lagi selama satu minggu tanpa menambahkan apa-apa. Cairan itu telah menjadi EM4.
Untuk penggunaan silakan bisa dilihat DISINI.  EM4 bisa digunakan untuk pertanian, untuk peternakan saya rasa bisa, tetapi saya belum pernah mencobanya, mungkin pembaca ada yang pernah mencoba untuk ayam, kambing, sapi dll dan dampaknya.
(dikutip : dari berbagai sumber)

Membuat EM4 Sendiri

Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:

BAHAN:

  1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
  2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
  4. Kacang panjang segar 0,25 kg
  5. Kangkung air segar 0,25 kg
  6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
  7. Gula pasir 1 kg
  8. Air tuak dari nira 0,5 liter

CARA PEMBUATAN:

  1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
  3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
  4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
  6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
  7. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.

Membuat EM4 atau Bakteri pengurai

Sunday, August 7, 2011

Bahan :

1. Gula 1 kg

2. Terasi ¼ kg

3. Dadak 1 ½ kg

4. Ragi tape 15 butir

5. Air 5 liter

Alat :

1. Ember

2. Pengaduk

3. Kompor

4. Panci

Cara membuat:

1. Air dimasak sampai mendidih kemudian dituangkan kedalam ember

2. Terasi, gula, dedak, dimasukkan kedalam ember satu persatu diaduk sampai rata.

3. Tunggu sampai dingin 3-4 jam kemudian dimasukkan ragi yang sudah ditumbuk halus kedalam ember dan diaduk.

4. Ember ditutup rapat dan diikat dengan tali dan disimpan ditempat yang lembab

Cara menggunakan:

Bakteri pengurai / EM4 dicampur 1 liter kedalam 200 liter air, kemudian dsiram ketanah.

Kegunaan :

  1. untuk mempercepat proses pembuatan pupuk kompos maupun pupuk cair ( pupuk organik)
  2. untuk mempercepat proses pengurai sisa tanaman, pada tanah.
  3. menggeburkan tanah.

Pembuatan Kompos dengan Teknologi EM4

Sunday, December 26, 2010

APA YANG DIMAKSUD DENGAN EFFECTIVE MICROORGANISME (EM 4)

Em 4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam(segar) yang di dalmnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerapan/persediaan unsur hra dalam tanah.

Mikroorganisme atau kuman yang berwatak “baik “itu terdiri dari bakteri fotosintetik,bakteri asam laktat,ragi,aktinomydetes,dan jamur peragian.

Miroorganisme menguntungkan tersebut(EM 4) telah lam ditemukan,diteliti dan diseleksi terus menerus oleh seorang ahli pertanian bernama Profesor Teruo Higa dari universitas Ryukyu Jepang.Dengan demikian EM4 bukan merupakan bahan kimia yang berbahaya seperti pestisida,obat serangga atau pupuk kimia lainnya.

Manfaat EM4

Apabila mikroorganisme EM4 berada dalam tanah,maka mikroorganisme menguntungkan sejenis yang sudah ada di dalam tanah berkembang dengan baik.sedangkan mikroorganisme yang merugikan yang dapat menimbulkan penyakit dapat ditekan.

EM4 mampu mengolah atau menguraikan bahan-bahan organik dengan cepat secara fermentasi menjadi kompos sehingga tidak menimbulkan bau bususk melainkan menimbulkan aroma yang segar.

Bahan Organik Tambahan

Adapun bahan tambahan dalam pembuatan kompos dengan teknologi EM4 adalah sebagai berikut:

  • Ddak:Berfungsi untuk sumber makanan yang bergizi(vitamin)untuk “membangunkan”EM4 dalam keadaan “tidur” non aktif di cairan biasa
  • Gula Pasir<gula merah atau tetes tebu:berfungsi untuk memeperoleh energi bagi perkembangbiakan jumlah EM yang diaktifkan selama proses pembuatan kompos(proses fermentasi 3-4 hari)
  • Sekam/Arang sekam?serbuk geregaji(bila ada) sangat baik untuk meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan dari segi teksturnya

Jumlah bahan dan cara pembuatan kompos

bahan-bahan yang dibutuhkan:

  1. Limbah organik/sampah dipotong-potong dengan ukuran 5-10 cm sebanyak 100 kg
  2. Dedak sebanyak 5 kg
  3. Sekam/Arang sekam/serbuk gergaji(kalau ada)sebanyak 10-20 kg
  4. Gula pasir(± 200 gram dilarutkan dalam 1 liter air) atau (gula merah ± 25- gram dilarutkan dalam 1 liter air)atau (cairan molase ±400 ml dilarutkan dalam 1 liter air(40%) sebanyak 5 sendok makan)
  5. Cairan EM4(biang),diambil sebanyak 5 sendok makan
  6. Air bersih secukupnya (kurang lebih 3 ember)

Cara pembuatan

  • Campurkan dan aduk secara merata bahan-bahan sampah/limbah,dedak dan arang sekam
  • Larutkan EM 4 dan gula atau tetes tebu ke dalam ember yang telah disediakan dan aduk secara merata
  • Siramkan larutan EM 4 sambil diaduk=-aduk hingga campuran bahan organik basah secara merata(bila adonan dikepal dengan tangan,air tidak menetes dan bila kepalan dilepas adonan akan mekar/kadar air ± 30%)

Adonan tadi kita gundukan di atas lantai(kering)kemudian tutup dengan karung goni atau karung beras selama 3-5 hari

  • Pada hari kedua dan ketiga kompos biasanya mengeluarkan panas yang cukup tinggi lagi,sehingga setiap harinya harus dibolak balik dan.dibiarkan sampai 10 menit samapai panasnya berkurang,kemudian gundukan ditutup kembali sperti semula
  • PAda hari ke-4 kompos telah matang,(fermentasi),sehingga panas tidak tinggi lagi.Pabila dibuka nampak ditumbuhi jamur berwarna putih dan bila dipegang terasa hangat.Kompos ini sudah bisa digunakan tetapi belum hancur sehingga bentuk dan ukuran masih seperti bahan baku.Untuk menjadikan kompos halus harus menunngu selama 21 hari.Selama Proses penghancuran gundukan kompos diaduk setiap satu minggu sekali.
  • Bila kompos yang sudah jadi akan kit simpan atatu dikemas,sebelum dimasukan ke dalam kantung pelastik/karung,kompos tadi dikeringkan dulu atau dikeringkan terlebih dahulu(bukan di jemur)

Pembuatan EM-4 (Effective Micro-Organism 4)

Cara bikin Effective Micro-organisms 4 (EM-4)

Sediakan ember yang mempunyai tutup. Campurkan 5 liter air pencuci beras + 5 liter air kelapa ( cari di tukang jual kelapa di pasar )= cincangan sayur, klu bisa  dtambah kulit jeruk + 1 butur ragi + 1 kg gula jawa yang sudah dicairkan. Aduh jadi satu dalam ember, tutup dan buka serta kacau . Perlakuan buka, aduk dan tutup kembali ini dilakukan 4 x selang waktu 4 haru=i, pas di hari ke 17 em-4 dah jadi. Sayuran bisa jadi kompos. Ok

Dengan cara memperbanyak dari benih bakteri yang ada:

Cara Pembiakan Bakteri
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:
1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:
Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan:
Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang
lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend dari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN

Tanaman

Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.

Dosis dan Perlakuan

Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN

Manfaat :

  1. Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
  2. Mengurangi stres pada ternak
  3. Menyehatkan ternak
  4. Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
  5. Meningkatkan nafsu makan ternak
  6. Menekan penyakit pada ternak
  7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak

Cara Pemakaian :

  • Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.
  • Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.

Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.

APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERIKANAN

Manfaat :

  1. Memperbaiki mutu air tambak.
  2. Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
  3. Menekan serangan mikroorganisme patogen.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
  5. Menekan hama dan penyakit

Cara Pemakaian :

  • Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu.
  • Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.

Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak