Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Tips gratis membuat mikroba/bakteri sendiri

Monday, August 8, 2011

Share this history on :

Seperti janji saya yang lalu bahwa saya akan memposting cara membuat atau membiakkan mikroorganisme/bakteri untuk digunakan sebagai starter kompos/pupuk cair, maka artikel kali ini akan menampilkan cara yang telah saya praktekkan.  Pada hari Kamis, 24 Maret 2011, saya dan 81 anak-anak di desa saya belajar membuat bakteri sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.  Tujuannya tak lain adalah memanfaatkan potensi yang diberikan alam, ramah lingkungan, sehat sekaligus hemat.  Ya iyalah, masak pupuk, obat dll apa-apa harus beli semua. Buat kami petani gurem ini lebih baik mencoba menggunakan sumberdaya yang ada di sekitar kami, insya ALLAH ada manfaatnya.continue reading...
Bahan-bahan dan alat yang diperlukan :
1.  botol plastik/jerigen/gallon dan tutupnya
2. air bersih/air sumur 1 liter
3. air perasan tebu/gula merah 100 gram
4. tape 1-2 gram
5. tempe 1-2 gram
6. yakult/yoghurt 1/2 sendok teh
7. terasi 1-2 gram
Cara pembuatan :
1. sterilkan dulu botol/jerigen dengan cara direbus atau dituangi air mendidih beberapa kali supaya jika ada mikroba yang di dalamnya bisa mati sehingga kontaminan minimal..
2. rebus juga air sumur tersebut.
3. setelah air dingin, masukkan ke dalam botol/jerigen (jangan penuh-penuh kira-kira 3/4nya saja). Oya, usahakan tangan dan pakaian anda bersih. kalau perlu cuci tangan pakai sabun, yah supaya sedikit aseptik lah. maklum bakteri/mikroba dimana-mana.
4. masukkan tempe, tape, yakult kemudian terasi kedalam botol berisi air tadi. pelan-pelan saja supaya masuk semua, lalu tutup rapat.
5. Masukkan air tebu/gula yang sudah diencerkan dengan air panas. Setelah itu kocoklah botol/jerigen tadi.
6. simpan di tempat teduh, jauhkan dari sinar matahari.
7. tunggu sekitar 5-6 hari. oya, sesekali dibuka tutup botolnya untuk membuang gas CO2.
8. setelah kurang lebih seminggu, sudah jadi biang bakteri/mikroba kita.
9. silakan digunakan atau dibiakkan dulu, kemudian bisa dipakai untuk starter kompos/pupuk organik cair (kalo yang ini aplikasinya sebaiknya di tanah yang sudah diberi pupuk kandang). Bisa memperepat proses dekomposisi/pengomposan bahan organik, insya ALLAH.

sumber : http://aliefardi.blogspot.com

Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...